Senin, 07 Maret 2011

Dua kesaksian Seorang Muslim



DUA KESAKSIAN UTAMA SEORANG MUSLIM(1)
Oleh : ASMARDI MISBAH, S.Ag, M.Si

A’uzubillahiminasyaithanirrajiim…
Bismillahirrahmaanirrahiim…

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi nahmaduhu  wanasta’inuhu wanastaghfiruhu,
Ashadu alla ila haillallahu wahdahu lasarikalahu, waashadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluhu. La nabi ya ba’dah…!
Allahumma sholli wassalim wabarik ‘ala syaiyidina muhammadin wa’ala alihi wa ashabihi, wa auladihi, wazuriyyatihi Rasulillahi ajma’in. Amma ba’du…!
Faya ‘ibadallahi, usikum wanafsi bitaqwallahi faqad fazalmuttaquuna…!
Qalallahuta’alafilqur’anilkarim…!

             Artinya: “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."(QS. 112 (Al-Ikhlas) : 1-4)

Ma’asiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Pendengar RRI Tanjungpinag yang mulia…!
Disa’at yang penuh rahmad dan keberkahan ini, kita sebagai hamba Allah SWT yang beriman dan bertaqwa, tiadalah kata  yang pantas kita ucapkan, kecuali melisankan kalimat Alhamdulillah, wasyukurillah, segala puji bagi Allah, zat yang maha pengasih lagi maha pemurah, yang telah mencurahkan kasih dan sayang-Nya yang tidak mampu dihitung dan dipilah, kepada kita bersama secara utuh dan sempurna lahir dan bathin melimpah, diantaranya adalah nikmat iman, Islam dan kesehatan yang tiada bermasalah. Harapan kita, semoga segala macam nikmat termaksud dapatlah hendaknya kita manfa’atkan secara sempurna sesuai dengan keinginan kita selaku makhluk Allah yang dha’if dan salah tingkah, yang tentunya tidaklah bertentangan dengan ketetapan Allah ataupun risalah sari’ah, baik yang termaktup di dalam Al-Qur’anilkarim maupun yang tertuntun di dalam Al-hadis baginda Rasulullah saw pembawa berkah. Aaamiin….aaamiin yaa  Rab bal’alamiin…!
Tiada pula hadiah yang pantas kita peruntukan buat junjungan alam, Banginda Rasulullah saw, beserta  keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia mengerjakan amal shalih dan shalihah hingga ke akhir zaman. Kecuali dengan sebuah untaian kalimat thaiyibah “Allahumma shalli’ala syaiyidina muhammadin wa’ala ali syaiyidina Muhammad” Semoga dengan kalimat thaiyibah yang simple dan singkat termaksud dapatlah hendaknya mengantarkan kita ke hadapan Allah SWT untuk dapat membuka tabir keridhaan-Nya atas segala macam perbuatan kita, sehingga bermanfa’at untuk kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak. Aaamiin…aaamiin ya mujibassa iliin.
Ma’asiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah, Pendengar RRI Tanjungpinang  yang berbahagia…!
Judul renungan singkat kita dalam pembahasan “Dua Kesaksian Utama Seorang Muslim” pada bahagian pertama di sa’at yang penuh berkah ini, ialah: “Kesaksian Seorang Muslim Kepada Allah SWT”.  Ada dua kesaksian utama yang harus dimiliki oleh seorang muslim, yang merupakan dua kesaksian yang paling mendasar, yaitu: mengucap dua kalimah sahadat:
 “Asy-hadu alla illaaha illallah wa-asy hadu anna muhammadar rasulullah”
 Artinya:”Saya bersaksi tidak adak Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah”
 Dari dua kalimah sahadat termaksud, dapatlah kita pahami bahwa dua kesaksian yang harus kita sadari dan pahami dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Yang apabila kita jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka sudah barang tentu akan mengantarkan keselamatan bagi kehidupan kita, akan tetapi sabaliknya apabila semua itu kita abaikan dan bahkan kita tentang, maka tentunya akan mencelakakan kita. Dua kesaksian termaksud, ialah: Kesaksian seorang muslim kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah saw.
Pada kesempatan yang mulia ini kita akan membahas bahagian pertama, yaitu:”Kesaksian seorang muslim Kepada Allah SWT.
1.Kesaksian kita kepada Allah SWT,
     Maksudnya ialah kita meyakini bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT. Sebagai seorang muslim, kita sudah bersaksi bahwa Kepada Allah SWT lah tempat kita berlindung dan meminta, maka sedikitnya ada dua hal yang harus kita pahami, yaitu:
a.Manusia dijadikan sebagai Abdi Allah SWT.
Kita harus mengakui bahwa, dijadikan-Nya manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, adalah untuk menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah SWT baik diwaktu susah maupun senang. Bukan pula bertujuan untuk mengejar kekayaan, jabatan, tahta dan kekuasaan dunia semata dengan mengabaikan perintah dan larangan Allah SWT. Untuk itu Mari kita pahami firman Allah SWT yang berbunyi:
Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”(QS. (51) Az-Zariyyat: 56)

Ma’asiral Muslimin wal Muslimat yang diberkahi Allah SWT, Pendengar RRI Tanjungpinang yang mulia…!
b. Hidup dan matinya Manusia Karena Allah SWT
     Kita harus mampu memahami bahwa sebagai khalifah di muka bumi ini, kita semuanya dituntut dan diminta pertanggung jawaban atas segala macam amal yang kita perbuat selama hidup di hamparan bumi yang fana ini.Jika amal kita sesuai dengan tuntunan Al-qur’an dan Al-hadis, maka Allah SWT akan memasukan kita kesuatu tempat yang mulia, yang bernama syurga. Namun  sebaliknya, apabila  amal perbuatan kita bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-hadis, maka kita akan dimasukan kesuatu tempat yang penuh kesengsaraan yang diberi nama neraka.
     Oleh karenanya, sebelum ajal menjemput kita, marilah kita kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadis baginda Rasulullah saw. Sebab Sebagai seorang muslim, kita telah bersaksi bahwa setiap makhluk hidup yang ada di alam ini pasti akan mengalami kematian, tidak terkecuali makhluk yang bernama manusia. Untuk itu mari kita pahami firman Allah SWT yang berbunyi:

              Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.(QS.Ali Imran:185)

     Ma’asiral Muslimin wal Muslimat, Pendengar RRI Tanjungpinang yang mulia…!

     Demikian renungan singkat kita kali ini,semoga berguna dan bermanfa’at adanya, aaamin-aaamin ya Rabbal’alamin. Lebih dan kurang saya mohon ampun dan ma’af. Subhanakallah humma anta wabihamdika astagfiruka wa atu builaik, walhamdulillah hirabbil’alamin. Usikum wanafsi waiya yabitaqwallah, billahi taufiq walhidayah, Wassalamu’alaikum Wr,- Wb,-




DUA KESAKSIAN UTAMA SEORANG MUSLIM(2)
Oleh : ASMARDI MISBAH, S.Ag, M.Si

A’uzubillahiminasyaithanirrajiim…
Bismillahirrahmaanirrahiim…

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi nahmaduhu  wanasta’inuhu wanastaghfiruhu,
Ashadu alla ila haillallahu wahdahu lasarikalahu, waashadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluhu. La nabi ya ba’dah…!
Allahumma sholli wassalim wabarik ‘ala syaiyidina muhammadin wa’ala alihi wa ashabihi, wa auladihi, wazuriyyatihi Rasulillahi ajma’in. Amma ba’du…!
Faya ‘ibadallahi, usikum wanafsi bitaqwallahi faqad fazalmuttaquuna…!
Qalallahuta’alafilqur’anilkarim…!
 
             Artinya: “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."(QS. 112 (Al-Ikhlas) : 1-4)

Ma’asiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Pendengar RRI Tanjungpinag yang mulia…!
Disa’at yang penuh rahmad dan keberkahan ini, kita sebagai hamba Allah SWT yang beriman dan bertaqwa, tiadalah kata  yang pantas kita ucapkan, kecuali melisankan kalimat Alhamdulillah, wasyukurillah, segala puji bagi Allah, zat yang maha pengasih lagi maha pemurah, yang telah mencurahkan kasih dan sayang-Nya yang tidak mampu dihitung dan dipilah, kepada kita bersama secara utuh dan sempurna lahir dan bathin melimpah, diantaranya adalah nikmat iman, Islam dan kesehatan yang tiada bermasalah. Harapan kita, semoga segala macam nikmat termaksud dapatlah hendaknya kita manfa’atkan secara sempurna sesuai dengan keinginan kita selaku makhluk Allah yang dha’if dan salah tingkah, yang tentunya tidaklah bertentangan dengan ketetapan Allah ataupun risalah sari’ah, baik yang termaktup di dalam Al-Qur’anilkarim maupun yang tertuntun di dalam Al-hadis baginda Rasulullah saw pembawa berkah. Aaamiin….aaamiin yaa  Rab bal’alamiin…!
Tiada pula hadiah yang pantas kita peruntukan buat junjungan alam, Banginda Rasulullah saw, beserta  keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia mengerjakan amal shalih dan shalihah hingga ke akhir zaman. Kecuali dengan sebuah untaian kalimat thaiyibah “Allahumma shalli’ala syaiyidina muhammadin wa’ala ali syaiyidina Muhammad” Semoga dengan kalimat thaiyibah yang simple dan singkat termaksud dapatlah hendaknya mengantarkan kita ke hadapan Allah SWT untuk dapat membuka tabir keridhaan-Nya atas segala macam perbuatan kita, sehingga bermanfa’at untuk kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak. Aaamiin…aaamiin ya mujibassa iliin.
Ma’asiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah, Pendengar RRI Tanjungpinang  yang berbahagia…!
Judul renungan singkat kita dalam pembahasan “Dua Kesaksian Utama Seorang Muslim” pada bahagian kedua di sa’at yang penuh berkah ini, ialah: “Kesaksian Seorang Muslim Kepada Rasullah saw”.  Ada dua kesaksian utama yang harus dimiliki oleh seorang muslim, yang merupakan dua kesaksian yang paling mendasar, yaitu: mengucap dua kalimah sahadat:
 “Asy-hadu alla illaaha illallah wa-asy hadu anna muhammadar rasulullah”
 Artinya:”Saya bersaksi tidak adak Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah”
 Dari dua kalimah sahadat termaksud, dapatlah kita pahami bahwa dua kesaksian yang harus kita sadari dan pahami dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Yang apabila kita jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka sudah barang tentu akan mengantarkan keselamatan bagi kehidupan kita, akan tetapi sabaliknya apabila semua itu kita abaikan dan bahkan kita tentang, maka tentunya akan mencelakakan kita. Dua kesaksian termaksud, ialah: Kesaksian seorang muslim kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah saw.
Pada kesempatan yang mulia ini kita akan membahas bahagian kedua sebagai kelanjutan dari pembahasan nkita diberapa sa’at yang lalu, yaitu:”Kesaksian seorang muslim Kepada Rasulullah saw.
1.Kesaksian kita kepada Rasulullah saw,
     Maksudnya ialah kita meyakini bahwa tiada Rasul yang wajib dan patut kita jadikan panutan dalam hidup dan kehidupan ini, kecuali mengikuti ajaran dan risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Sebagai seorang muslim, kita sudah bersaksi bahwa Nabi Muhammad Rasulullah saw lah yang pantas kita jadikan suri tauladan dalam hidup dan kehidupan ini.Perintah dan ajarannyalah yang patut kita lakukan supaya tercapai suatu keselamatan hidup di dunia dan di akhirat kelak.Oleh karenanya paling tidak ada tiga kesaksian yang harus kita pahami terhadap kerasulan Baginda Rasulullah saw, yaitu:

a.Memahami Keberadaan Akhlak Rasulullah saw
     Sebagai seorang muslim, runutan akhlak yang harus kita contoh dan ikuti adalah Rasulullah saw. Misi yang terbesar dalam kehidupan baginda rasulullah saw adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Hal ini dipertegas Rasulullah saw di dalam sebuah sabdanya yang berbunyi:

     Innamaa bu’istu liutim mimma makaarimal akhlaq

     Artinya:” Sesungguhnya saya diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnkan budi pekerti yang mulia” (Al-Hadis)

b. Memahami Keteladanan Rasulullah saw
     Sebagai seorang muslim kita harus mampu memahami bahwa pada diri Rasulullah saw itu ada suri tauladan yang yang mulia yang harus kita contoh dan ikuti dalam menjalankan hidup dan kehidupan di hamparan dunia yang fana ini. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anilkarim yang berbunyi:

     Artinya: “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS. Al-Ahzab (33) :21)


C. Memahami Keberadaan Rasulullah saw Penyelemat Alam
     Sebagai seorang muslim, kita harus yakin bahwa keberadaan baginda Rasulullah saw sebagai Rasul terakhir adalah pembawa keselamatan untuk alam semesta yang penuh fata murgana ini. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWt melalui firman-Nya yang berbunyi:

     Artinya: “Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhamammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS. Al-Ambiya’ 107)

     Ma’asiral Muslimin wal Muslimat rahima kumullah, pendengar RRI tanjungpinang yang mulia…!

     Demikian renungan singkat kita kali ini,semoga berguna dan bermanfa’at adanya, aaamin-aaamin ya Rabbal’alamin. Lebih dan kurang saya mohon ampun dan ma’af. Subhanakallah humma anta wabihamdika astagfiruka wa atu builaik, walhamdulillah hirabbil’alamin. Usikum wanafsi waiya yabitaqwallah, billahi taufiq walhidayah, Wassalamu’alaikum Wr,- Wb,-



1 komentar:

  1. Play Casino Games for free on Dr.MCD
    This free demo slot machine game 원주 출장안마 from Dr.MCD is a fun, fun game to play, 김해 출장샵 with lots of 화성 출장마사지 bonus games, the possibility to 원주 출장샵 play real 광양 출장샵 money slots, or

    BalasHapus